Selasa, 03 Februari 2009

KEMBALI KE YERUSALEM

Anda dan saya, atau siapapun juga kita, pasti pernah mengalami putus harapan, letih lesu karena beban hidup, sebagai mana yang dialami kleopas dan teman nya dalam cerita ini. Dan sepertinya anda dan saya juga mengalami hal yang sama diperjalanan hidup ini.

Mereka berjalan menuju Emaus, suatu kampong kira –kira 10 km jaraknya dari yerusalem. Alasan mereka meninggalkan yerusalem sudah jelas, ayat 21 – 24 menunjukkan betapa kecewanya mereka karena mesias yang diharapkan tak seperti yang diharapkan.

Ditambah lagi berita – berita yang tak masuk akal pikiran mereka, yang membuat persoalan bertambah runyam dan bermuka suram (lih. ayat 17). Harapan pembawa berita Injil (kesukaan) agar para murid – murid bangkit imannya (Roma 10:17) tetapi tidak!!!!

Mereka sudah melupakan perintah Yesus “agar jangan meninggalkan yerusalem untuk menerima Roh Kudus agar menjadi saksi Nya”, pemahaman mereka pada Yesus hanya seorang nabi (19). Dan ini yang menjadi penyebabnya yaitu: ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal yesus (ayat 16).

Tetapi Yesus dengan sabar mendengarkan semua uneg – uneg (keluh) yang mengganjal di hati mereka, hingga tiba giliran Yesus yang bicara maka damai lah hati mereka, bahkan hati yang berkobar – kobar (ayat :32). Adapun inti pemberitaan Yesus ialah bahwa “Mesias harus menderita, semuanya itu untujk masuk kedalam kemulian-Nya”!!!!

Ketika mereka mendekati kampung yang mereka tuju, Tuhan Yesus yang telah bangkit berbuat seolah – olah hendak meneruskan perjalanan, tetapi dengan amat sangat, mereka mendesak-Nya untuk mampir dirumah kleopas sebab hari sudah hampir malam. Mungkin ini suatu kebiasaan di timur tengah bahwa”membiarkan seorang musafir berjalan sendirian tanpa membawa perbekalan, akan membuatnyta mati kelaparan/ kehausan di padang gurun.” Itulah sebab mereka sangat mendesak-Nya untuk mampir sekaligus ”penasaran” sebab firman Kristus yang didengarnya sepanjang jalan menuju emaus!!

Setelah Yesus masuk kerumah Kleopas, disini Tuhan kembali lagi berbuat sesuatu yang diluar kebiasaan mereka. Biasanya seorang musafir harus dilayani sebaik mungkin, bahkan sampai habis – habisan (lih Abraham, kej:..). disini Yesus malah melayani bukan dilayani. Mereka mengadakan Perjamuan Kudus inilah sepertinya harus dipulihkan kembali untuk memulihkan, tidak saja untuk kleopas dan temannya tetapi juga kita, Gereja masa kini untuk mencelikkan “sesuatu yang menyelubungi mata kita”(ayat 16).

Apakah akibatnya saudara setelah mereka menerima roti yang dipecahkan itu? Mereka mengenal Yesus. Tetapi Yesus Hilang… !? Pertanyaannya sekarang dimana /kemana Yesus? (ayat 32)

Inilah cirri –ciri khas orang – orang yang mengalami perjumpaan dengan Yesus, ada Roh yang berkobar – kobar, yang menyala – nyala ketika FIrman Kristus yang bangkit di beritakan, iman mereka dibangkitkan, dipulihkan dan Roh Yesus inilah yang membuat / menyebabkan mereka KEMBALI KE YERUSALEM dengan MISI meneguhkan, mengokohkan para murid sebagaimana yang telah mereka alami disepanjang perjalanan menuju emaus.

Anda dan saya atau siapapun juga kita, adalah murid – murid Tuhan yang sedang berjalan menuju Yerusalem baru. Apa yang dialami kleopas dan temannya juga sedang kita alami. Setiap minggu kita mengadakan perjamuan kudus memakan Tubuh dan meminum Darah Yesus!!! Bahkan ada minyak urapan untuk meneguhkannya.

Yang menjadi pertanyaan sekarang. Baik untuk saya dan anda juga:

1. Dimanakah hati yang berkobar – kobar ketika mendengar Firman.

2. Apa misi kita didalam perjalanan menuju Yerusalem baru?

3. Atau masih adakah “sesuatu yang menghalangi mata kita sehingga Yesus tak terlihat lagi”

Tanggapan yang paling tepat dan dapat dipertanggung jawabkan ketika kita mendengar Firman Kristus yang telah bangkit ialah: “tetap teguh dan tidak goyah dan giat selalu dalam pekerjaan Tuhan, karena kita tahu, didalam persekutuan dengan Tuhan yang sudah bangkit itu, jerih payah kita tidak sia – sia.” (1 kor 15:58)

=================================AMIN========================================

Tidak ada komentar:

Posting Komentar